Memartabatkan Bahasa Indonesia PBIPD UMS Gelar Kuliah Kuliah Umum: Bahasa Indonesia sebagai Bahasa UNESCO dalam Lintas Sejarah dan Era Komunikasi Global

Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar kuliah perdana sekaligus kuliah umum yang bertemakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa UNESCO dalam Lintas Sejarah dan Komunikasi Global. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana UMS ini bertujuan untuk memartabatkan bahasa Indonesia agar dapat bersaing dengan bahasa Melayu untuk melaju sebagai bahasa UNESCO dan eksis di kancah internasional.

Kuliah umum yang diselenggarakan oleh PBIPD bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) dan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) ini menghadirkan narasumber kunci yang didatangkan langsung dari Humboldt-Universität zu Berlin & University of Leipzig dan di moderatori oleh Yunus Sulistyono, Ph.D. Dalam paparannya, Esie menyampaikan pentingnya memartabatkan Bahasa Indonesia dari mulai hal kecil. “Memartabatkan Bahasa Indonesia dapat dimulai dari hal kecil. Seperti menormalisasikan menggunakan Bahasa Indonesia ketika berkomunikasi sehari-hari dan promosi”, tutur Esie dalam paparannya. Lebih lanjut, Esie mengatakan “Apabila ingin memartabatkan Bahasa Indonesia jangan jadikan Ice tea lebih mahal dari es teh manis.”

Wakil Rektor 1 UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum. sebagai welcome speech dalam sambutannya menyampaikan bahwasannya untuk memartabatkan Bahasa Indonesia dan menginternasionalisasikan Bahasa Indonesia perlu adanya kesadaran dari diri kita sendiri. “Dengan membudayakan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka itu sudah satu tingkat memartabatkan Bahasa Indonesia di kancah UNESCO dan internasional.” ujarnya.

Antusias peserta kuliah perdana dan kuliah umum yang diselenggarakan secara hybrid ini terlihat dari interaksi aktif dan kehadiran peserta yang tidak hanya dari mahasiswa lingkup lokal seperti PBIPD, MPBI dan PBSI saja. Melainkan peserta yang hadir ada yang dari universitas luar negeri, seperti Thailand, Malaysia, Uzbekistan, dan beberapa negara lainnya.

Dengan paripurnanya kuliah umum ini, diharpakan semakin kuat dan mantap dalam rangka memartabatkan Bahasa Indonesia di kancah internasional.

Scroll to Top