
Kuliah perdana dan kuliah umum digelar oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor yang menghadirkan menghadirkan Esie Hanstein dari Belanda, seorang pakar dan pemerhati bahasa Indonesia. Kuliah perdana dan kuliah umum ini bertajuk Bahasa Indonesia sebagai Bahasa UNESCO dalam Lintas Sejarah dan Komunikasi Global.
Saat sesi tanya jawab, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno menekankan mahasiswa dan Dosen Gunakan Bahasa Baku Ketika Berkomunikasi dalam Lingkup Akademik, beliau menyoroti pentingnya penggunaan bahasa baku di lingkungan akademik yang mulai tergerus oleh kebiasaan berbahasa santai, gaul dan tidak sesuai kaidah.
Prof. Harun mengungkapkan bahwa fenomena melemahnya penggunaan bahasa baku, baik di kalangan mahasiswa maupun dosen, dapat berdampak pada degradasi kualitas akademik. “Bahasa baku bukan sekadar norma, tetapi juga identitas dan cerminan intelektualitas seseorang dalam dunia akademik. Jika kita abai terhadap hal ini, maka kredibilitas akademik kita juga akan terpengaruh,” tegasnya di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa perubahan gaya komunikasi yang cenderung santai dan informal, terutama di era digital, turut mempengaruhi kebiasaan berbahasa di lingkungan kampus. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah dalam diskusi akademik, tugas ilmiah, bahkan komunikasi resmi antara mahasiswa dan dosen menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
Dengan diadakannya kuliah umum ini, diharapkan seluruh sivitas akademika UMS, khususnya Prodi PBIPD (S3) semakin memperhatikan pentingnya bahasa baku sebagai sarana komunikasi ilmiah yang efektif dan mencerminkan standar intelektual dalam dunia pendidikan tinggi.
