Dalam IKAPROBSI di Universitas Muhammadiyah Makassar, 7-9 Agustus 2026 delegasi PBIPD menyajikan urban farming. Bu Atiq, panggilan akrab Dr. Atiqa Sabardila, mengangkat “Urban Farming sebagai Konstruksi Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Media Digital”. Urban farming berkembang dari aktivitas produksi pangan rumah tangga menjadi ystem gaya hidup modern, sehat, dan berkelanjutan. Pascapandemi COVID-19, praktik berkebun rumah semakin ystem sebagai sarana: ketahanan pangan rumah tangga, ystemka mental (self-healing), kedekatan dengan alam, dan adaptasi terhadap krisis iklim. Praktik ini mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan media digital Indonesia tidak hanya memberikan informasi bercocok tanam, tetapi juga membangun citra urban farming sebagai: identitas masyarakat urban modern, ystem konsumsi hijau (green consumption), dan representasi keberlanjutan dan kualitas hidup. ystemkan kajian urban farming masih didominasi aspek agronomi, lingkungan, dan ketahanan pangan. Selain itu, kajian mengenai konstruksi wacana urban farming dalam media digital Indonesia masih terbatas. Kebaruan penelitian ini adalah adanya Integrasi Urban Farming + Analisis Wacana Kritis + Sustainability Communication untuk mengungkap urban farming sebagai produk diskursif dan ideologi gaya hidup hijau yang diproduksi melalui media digital (AS/12/8/2026)
