PBIPD Bekerjasama dengan PBSI FKIP UMS Gelar Kuliah Umum Bertajuk Sastra dan Pelestari Tanda-Tanda Zaman

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor (PBIPD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum bertajuk Sastra dan Pelestari Tanda-Tanda Zaman yang menghadirkan dosen sekaligus sastrawan terkemuka yang bekerja sama dengan HISKI Komisariat UMS yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf, M.Hum. Kegiatan kuliah umum ini digelar dengan tujuan untuk membahas peran sastra dalam merekam perubahan sosial, budaya, serta dinamika politik yang terjadi dalam sejarah manusia.

Dalam acara yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan pegiat sastra ini, Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf, seorang guru besar dan pakar sastra dari UMS, menegaskan bahwa sastra memiliki kemampuan unik dalam merekam jejak zaman. “Melalui karya sastra, kita dapat melihat bagaimana masyarakat pada suatu masa berpikir, berperilaku, dan menghadapi tantangan yang ada. Sastra menjadi dokumen hidup yang menggambarkan nilai-nilai serta dinamika sosial yang terjadi,” ujarnya.

Kuliah umum ini juga menghadirkan , Dr. Ibnu Wahyudi, M.A., yang membahas bagaimana karya sastra dapat menjadi saksi sejarah dan memberikan wawasan bagi generasi mendatang. “Sastra tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki fungsi mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk suatu bangsa,” katanya.

Di era disrupsi teknologi dan budaya instan, sastra juga menghadapi tantangan besar. Banyak orang lebih tertarik pada konten digital singkat ketimbang membaca buku atau karya sastra panjang. Namun, di sisi lain, kemajuan teknologi juga memberikan peluang baru bagi dunia sastra. Platform digital seperti blog, e-book, dan media sosial menjadi wadah baru bagi penulis untuk menyebarkan karyanya kepada khalayak yang lebih luas.

Selain sesi diskusi, acara ini juga menampilkan lokakarya penulisan sastra digital yang dipandu oleh beberapa penulis muda Indonesia. Lokakarya ini memberikan wawasan tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dalam produksi dan distribusi karya sastra di era modern.

Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan para mahasiswa dan pegiat sastra lainnya semakin menyadari pentingnya sastra dalam menjaga rekam jejak peradaban. Sastra bukan sekadar hiburan, tetapi juga warisan intelektual yang mengabadikan tanda-tanda zaman. Oleh karena itu, upaya untuk terus mengembangkan, membaca, dan mengapresiasi sastra perlu terus digalakkan agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

Scroll to Top