Webinar PBIPD UMS Kupas Tuntas Peluang dan Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital

 

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor (PBIPD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar webinar bertajuk Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital: Peluang dan Tantangan, pada Jumat (28/02/2024). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30–15.00 WIB ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, guru, hingga dosen.

Webinar dibuka oleh  Dr. Miftahul Huda, M.Pd. selaku moderator. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia sebagai benteng menghadapi dinamika teknologi digital serta peluang besar pengembangan keilmuan di era transformasi digital saat ini.

Kupas Empat Keterampilan Bahasa di Era Digital

Sesi pertama menghadirkan Dr. Laili Etika Rahmawati yang memaparkan materi tentang Peluang dan Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital. Dr. Laili menjelaskan empat keterampilan utama berbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang kini menghadapi perubahan signifikan akibat kemajuan teknologi.

“Meski banyak tantangan seperti minimnya media autentik dan maraknya plagiarisme, justru di situ letak peluang kita untuk berinovasi. Misalnya, memanfaatkan media digital sebagai wadah pengembangan bahan ajar hingga asesmen daring, seperti yang telah saya hasilkan dari penelitian, seperti Jendela E-assessment Menulis Autentik, Realistik, dan Inklusif (JEMARI)” ungkap Dr. Laili dalam presentasinya.

Beliau juga menyoroti pentingnya literasi digital untuk menghadapi informasi tidak kredibel yang beredar luas, serta mendorong penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara etis dalam kegiatan menulis.

Mengenal Lebih Dekat PBIPD UMS

Memasuki sesi kedua, Prof. Dr. Markhamah memperkenalkan PBIPD UMS sebagai salah satu program unggulan berbasis kearifan lokal yang adaptif dan transformatif.

“PBIPD dirancang untuk mencetak pendidik, peneliti, dan pengembang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang mampu bersaing secara global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal,” jelas Prof. Markhamah.

Tak hanya itu, PBIPD juga menyediakan berbagai dukungan seperti hibah penelitian dan beasiswa, serta kurikulum yang mendorong publikasi nasional hingga internasional.

Diskusi Interaktif dan Penuh Gagasan

Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan menarik bermunculan, mulai dari strategi menghadapi tantangan pembelajaran bahasa Indonesia, pengembangan materi berbasis teknologi dan kearifan lokal, hingga peran kecerdasan buatan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Materi yang dibahas sangat menarik dan memberikan wawasan lebih terkait peluang penelitian yang masih jarang dilakukan terkait keterampilan berbahasa. Mohon diadakan lagi seminar serupa lebih sering lagi,” ujar Refbiagi Seis Meka dan Mia Fatimatul Munsi, salah satu peserta.

Webinar diakhiri dengan ucapan terima kasih dari moderator kepada seluruh narasumber dan peserta. Tak hanya ilmu bermanfaat, peserta juga memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Dengan adanya kegiatan ini, PBIPD UMS berharap dapat menjadi wadah kolaborasi bagi para akademisi dan praktisi dalam mengembangkan pendidikan bahasa Indonesia yang relevan dengan tantangan zaman.

Scroll to Top