
Guru Besar Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor (PBIPD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Markhamah, M.Hum, tekankan pentingnya pemanfaatan bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran. Hal ini disampaikan dalam perkuliahan bertajuk Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal, yang diselenggarakan PBIPD UMS di Ruang Kuliah Doktoral Gedung Pascasarjana UMS.
Dalam pemaparannya, Prof. Markhamah menjelaskan bahwa bahan ajar yang mengandung unsur budaya lokal dapat meningkatkan daya ingat dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan. “Ketika siswa belajar menggunakan materi yang dekat dengan kehidupan mereka, proses internalisasi ilmu akan lebih mudah dan hasil belajar lebih bertahan lama,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kearifan lokal tidak hanya berperan dalam menjaga budaya, tetapi juga dapat menjadi jembatan yang efektif dalam proses pembelajaran. “Bahan ajar yang mengandung nilai-nilai lokal akan lebih relevan bagi siswa, sehingga mereka dapat menghubungkan teori dengan praktik kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Selain sesi pemaparan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan diskusi dan lokakarya pengembangan bahan ajar berbasis budaya daerah. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa Program Doktor PBIPD UMS, diberikan kesempatan untuk merancang bahan ajar yang memadukan unsur linguistik, sastra, dan tradisi lokal sebagai bagian dari inovasi pendidikan.
Salah satu peserta, Gallant Karunia Assidik, S.Pd., M.Pd. menyatakan bahwa pendekatan ini memberikan wawasan baru dalam menyusun bahan ajar yang lebih bermakna. “Kami menyadari bahwa kearifan lokal bukan sekadar aspek budaya, tetapi juga dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran,” ungkapnya.
Dengan adanya perkuliahan ini, PBIPD UMS berharap para pendidik dan akademisi semakin terdorong untuk mengembangkan bahan ajar yang lebih kontekstual, berbasis budaya, dan mampu mempertahankan hasil belajar peserta didik dalam jangka panjang.
