PBIPD UMS Selenggarakan Webinar Series 5: Kupas Tuntas Salah Kaprah yang Belum Terjamah dalam Riset Sastra

Program Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIPD) kembali menyelenggarakan Webinar Kajian Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Series 5 dengan mengusung tema yang menarik yakni “Salah Kaprah dan yang Belum Terjamah dalam Penelitian Sastra”. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom dan menghadirkan dua narasumber kompeten yang memperkaya diskusi akademik, yakni Dipa Nugraha, Ph.D., serta Prof. Dr. Markhamah, M.Hum. selaku Kaprodi PBIPD. Acara dipandu dengan hangat oleh Yunus Sulistyono, M.A., Ph.D. selaku Master of Ceremony.

Tema “Salah Kaprah dan yang Belum Terjamah dalam Penelitian Sastra” menjadi hal penting untuk mengevaluasi kembali praktik riset, pemahaman teoretis, hingga kebiasaan akademik dalam kajian sastra yang selama ini dianggap “baku” namun sejatinya sarat kekeliruan. Narasumber utama, Dipa Nugraha, Ph.D., dengan lugas membedah berbagai bentuk misconception yang kerap terjadi dalam riset sastra, mulai dari kekeliruan penggunaan istilah, pendekatan metodologis yang kabur, hingga kecenderungan riset missconduct dalam riset sastra.

Diskusi semakin menarik ketika Dipa menyoroti bagaimana praktik-praktik riset sastra acapkali terjebak dalam zona nyaman, sehingga tidak mampu menyentuh ruang-ruang gagasan yang lebih segar dan belum banyak dijamah. “Banyak peneliti yang membahas tentang konsep sastra dalam risetnya, tapi konsep yang dibahas tidak sesuai dengan teori yang ada” tuturnya. “Harusnya seorang peneliti sastra harus paham dan mengerti tentang konsep sastra seutuhnya. Jangan sampai konsep sastra yang dijadikan riset keliru. Itu berarti si penliti kurang membaca buku tentang sastra yang Ia teliti” tegasnya. Paparan ini mengundang antusiasme peserta webinar yang didominasi mahasiswa doktoral, akademisi, dan peneliti sastra dari berbagai perguruan tinggi.

Sementara itu, Prof. Dr. Markhamah, M.Hum. memberikan penguatan dari sisi epistemologis dalam kajian bahasa dan sastra. Beliau menegaskan pentingnya integritas ilmiah dalam tradisi riset dan mendorong para peneliti untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mengasah sensitivitas kritis terhadap konteks dan realitas yang diteliti.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, namun juga menjadi momentum reflektif bagi komunitas akademik untuk mengevaluasi kembali arah, metode, dan relevansi kajian sastra di era kontemporer. PBIPD melalui seri webinar ini telah menunjukkan komitmennya sebagai pelopor diskursus akademik yang kritis, segar, dan membangun.

Dengan antusiasme peserta dan kedalaman materi yang disajikan, Webinar Kajian Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Seri 5 ini bukan sekadar forum ilmiah biasa, melainkan ruang penggugah kesadaran: bahwa dunia akademik harus terus membuka diri terhadap kritik, pembaruan, dan kemungkinan-kemungkinan baru yang belum terjamah. Serta harus memahami tentang konsep teori yang utuh.

Scroll to Top