Menempuh pendidikan pada jenjang magister tidak hanya memerlukan komitmen akademik yang tinggi, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan berbagai tantangan, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Hal tersebut dirasakan oleh Eli Marlina Harahap, mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor (PBIPD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berasal dari Padangsidimpuan, Sumatra Utara.
Eli mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari keluarga besar PBIPD UMS. Menurutnya, selama mengikuti perkuliahan, ia memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas melalui sistem pembelajaran blended learning yang memadukan perkuliahan daring dan tatap muka secara efektif.
Model pembelajaran tersebut memberikan fleksibilitas yang sangat membantu mahasiswa yang berdomisili di luar Kota Surakarta. Dengan sistem yang diterapkan, mahasiswa tetap dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran secara optimal tanpa kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan dosen maupun sesama mahasiswa. Bagi Eli, sistem ini menjadi solusi yang memungkinkan dirinya tetap produktif dalam menjalani studi sekaligus mengelola berbagai aktivitas lainnya.
Tidak hanya itu, kurikulum yang diterapkan di PBIPD UMS juga dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan akademik dan profesional saat ini. Kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education/OBE) yang digunakan memastikan setiap mata kuliah dirancang untuk mendukung pencapaian kompetensi yang terukur dan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan serta tuntutan profesi.
Eli juga memberikan apresiasi terhadap kualitas dosen yang mengajar di program studi tersebut. Para dosen dinilai memiliki kompetensi yang sangat baik, pengalaman akademik yang kuat, serta aktif dalam berbagai kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Kehadiran dosen tidak hanya sebagai penyampai materi perkuliahan, tetapi juga sebagai mentor yang memberikan pendampingan, arahan, dan motivasi kepada mahasiswa untuk terus berkembang.
Suasana akademik yang kondusif menjadi nilai tambah yang dirasakan selama menempuh studi. Berbagai aktivitas pembelajaran mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, aktif berdiskusi secara ilmiah, dan menghasilkan karya akademik yang berkualitas. Lingkungan akademik yang demikian memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus memperluas wawasan keilmuan.
Pengalaman mengikuti kegiatan riset dan publikasi ilmiah juga menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik Eli. Melalui berbagai kegiatan tersebut, ia memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas akademik, memperkuat keterampilan penelitian, serta memahami proses publikasi ilmiah secara lebih mendalam. Pengalaman ini dinilai sangat berharga sebagai bekal untuk pengembangan karier dan profesionalisme di masa depan.
Menurut Eli, PBIPD UMS tidak hanya menjadi tempat menempuh pendidikan formal, tetapi juga menjadi wadah yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan jejaring akademik secara berkelanjutan. Berbagai pengalaman yang diperolehnya selama studi semakin menguatkan keyakinannya untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap studinya, Eli Marlina Harahap menegaskan tekadnya untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Semangat belajar, dukungan lingkungan akademik, serta kualitas pendidikan yang diperolehnya menjadi motivasi utama untuk mencapai target tersebut.
Kisah Eli Marlina Harahap menunjukkan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, kurikulum yang adaptif, dosen yang kompeten, dan budaya akademik yang kuat, PBIPD Universitas Muhammadiyah Surakarta terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang bermutu bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia (AS, 24/6/2026)
