Esie Hanstein: Memartabatkan Bahasa Indonesia Bagai Mempertahankan Pernikahan, Perbedaan yang Menyatukan

 

Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor gelar kuliah umum bertajuk Bahasa Indonesia sebagai Bahasa UNESCO dalam Lintas Sejarah dan Era Komunikasi Global pada Kamis (5/9). Acara ini menghadirkan Esie Hanstein, seorang pakar linguistik dan pemerhati kebahasaan, yang menyampaikan pemikirannya mengenai bahasa sebagai perekat bangsa dalam keberagaman.

Dalam paparannya, Esie Hanstein menekankan bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga identitas dan simbol persatuan bangsa. Ia menganalogikan pelestarian bahasa dengan mempertahankan pernikahan, yang membutuhkan komitmen, pemahaman, dan toleransi di tengah perbedaan. “Seperti dalam hubungan pernikahan, bahasa Indonesia menjadi wadah yang menyatukan kita meskipun berasal dari latar belakang budaya yang beragam,” ujar Hanstein di hadapan mahasiswa dan akademisi yang hadir.

Lebih lanjut, Esie menyoroti pentingnya menjaga kemurnian bahasa Indonesia di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan teknologi digital. “Bahasa adalah cerminan jati diri bangsa. Jika kita tidak memartabatkannya, maka eksistensi dan kedudukannya bisa tergerus oleh bahasa asing,” tambahnya. Ia mengajak generasi muda untuk aktif menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berbagai ranah kehidupan, termasuk di media sosial.

Kuliah umum ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan terkait dinamika bahasa Indonesia di era modern, tantangan kebahasaan di dunia akademik, serta strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran berbahasa di kalangan anak muda.

Wakil Rektor 1, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Esie Hanstein. Ia berharap kuliah umum ini dapat menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia serta meningkatkan kesadaran akan peran strategis bahasa dalam membangun kebangsaan yang inklusif dan harmonis.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program akademik yang bertujuan menguatkan kesadaran kebahasaan di lingkungan akademisi. Terselenggaranya kuliah umum seperti ini, diharapkan semangat untuk memartabatkan bahasa Indonesia tetap terjaga di tengah arus globalisasi yang semakin deras.

 

Scroll to Top